, Jakarta: Penjualan tiket Final putaran kedua Piala Asean Football Federation (AFF) Suzuki Cup 2010, Senin (27/12) kemarin berlangsung ricuh, pihak kepolisian menolak jika pihaknyadisalahkan karena kericuhan itu.
Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya, Irjen Pol Sutarman saat di temui di Mabes Polri menyatakan. sebelum penjualan tiket, pihak Kepolisian telah melakukan koordinasi agar tidak kericuhan, namun pihak panitia tidak menghiraukan koordinasi itu.
“Sudah koordinasi kita panggil, tetapi dia (panitia) tidak menjawab koordinasi kita, jadi jangan salah petugas salah dia tuh kalau ada keributan hingga menimbulkan kerusakan,” tegas Sutarman.
Sutarman juga meminta masyarakat melaporkan kepada pihak kepolisian, jika menemukan ada penyelewengan dalam penjualan tiket itu. “Kalau memang ada penyelewangan dan ada masyarakat yang melaporkan kita akan lakukan tindakan,” tuturnya. Sebelumnya, kemarin (26/12) saat penjualan tiket untuk kategori tiga (tribun atas) final putaran kedua Piala Asean Football Federation Suzuki Cup 2010, terjadi kerusuhan.
Kericuhan terjadi karena penonton yang sudah tidak sabar merobohkan pagar di sektor 18 pintu X (sepuluh). Tak hanya itu mereka juga mengejar para penjual tiket dan memukilinya. Salah satu penjual tiket pun harus dilarikan ke rumah sakit karena terinjak-injak dan terkena pukulan massa. Aparat Kepolisian dan securiti yang berada dilapangan sendiri tidak sanggup melerai kericuhan ribuan calon penonton itu. Kericuhan terhenti setelah diturunkan ratusan personil Brimob Polda Metro Jaya. (ARI)

















