Sidrap: Suara kokok ayam ini berbeda dari ayam pada umumnya. Tak heran disebut ayam ketawa karena suara kokoknya mirip suara tawa manusia. Memilih alunan suara terbaik warga Sidrap, Sulawesi Selatan, lantas mengadakan kontes, Kamis (30/12). Tujuannya untuk melestarikan salah satu jenis unggas yang dilindungi ini serta mengisi libur Natal dan perayaan Tahun Baru.
Ayam asli Sidrap ini menjadi kebanggaan bangsawan Bugis di masa lampau. Cara penjuriannya hampir sama dengan kontes lomba burung perkutut. Bedanya ayam ketawa tidak dikurung, melainkan berdiri di sebatang bambu atau kayu. Dan pemenangnya adalah ayam ketawa yang paling sering berbunyi, bernada panjang bak pelantun lagu dangdut yang bakal mendapat penilaian tertinggi juri.
Banyak peserta mengikuti kontes ini. Hadiahnya pun cukup menggiurkan. Dari hadiah kipas angin hingga uang tunai puluhan jutaan rupiah.
Kontes serupa pernah digelar di Polewali Mandar, Sulawesi Barat. Ratusan ayam yang rata-rata bernilai jutaan rupiah unjuk kebolehan menjadi yang terbaik [baca: Ssstt, Ada Ayam Bisa Tertawa].

















